LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF ANTISIPASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN MUSIM KEMARAU

LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF ANTISIPASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN MUSIM KEMARAU

LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF di TANJUNG JAYA KECAMATAN BANGUNREJO

Tanjung Jaya, Lampung Tengah – LAZISMU Lampung merespon kebutuhan air bersih di TPA Al Falah Muhammadiyah Tanjung Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah dengan menyalurkan program Sumur Wakaf. Pengeboran sumur wakaf ini dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2024 sebagai upaya antisipasi kebutuhan air bersih dan musim kemarau.

Kegiatan ini dihadiri oleh Nurholis, S.H.I., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangun Rejo, Aminudin, S.Pd., Kepala TPA Al Falah Muhammadiyah Tanjung Jaya, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Bangun Rejo dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Bangun Rejo.

TPA Al Falah Muhammadiyah Tanjung Jaya mengalami kekurangan air bersih. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki, terutama pada kebutuhan air. Air sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan harian pengasuh, santri, dan lingkungan sekitar TPA, seperti mandi dan cuci, berwudhu, dan lain sebagainya. Keterbatasan air ini semakin terasa saat musim kemarau, di mana sumur TPA yang ada sebelumnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air.

LAZISMU Lampung hadir untuk membantu mengatasi permasalahan air bersih di TPA Al Falah dengan Program Sumur Wakaf. Program ini menyediakan sumur bor yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan.

LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF ANTISIPASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN MUSIM KEMARAU
Pengeboran sumur wakaf di TPA Al Falah berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama. Sumur bor mencapai kedalaman hingga 26 meter. Diperkirakan proses pengurasan hingga air menjadi jernih akan memakan waktu kurang lebih 6 hari.

Sumur Bor Wakaf LAZISMU memberi dampak yang besar bagi TPA Al Falah dan lingkungan sekitarnya. Keberadaan sumur ini akan membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian pengasuh, santri, dan lingkungan sekitar, seperti mandi dan cuci, berwudhu, dan lain sebagainya. Selain itu, sumur ini juga akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan pengasuh dan santri TPA Al Falah dan lingkungan sekitarnya.

 

LAZISMU LAMPUNG SALURKAN PROGRAM SUMUR WAKAF di TANJUNG JAYA KECAMATAN BANGUNREJO ANTISIPASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN MUSIM KEMARAU

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangun Rejo, Nurholis, S.H.I., menyampaikan rasa terima kasih kepada LAZISMU Lampung atas bantuan sumur wakaf ini. “Sumur wakaf ini sangat bermanfaat bagi TPA Al Falah dan lingkungan sekitarnya. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak pondok pesantren yang dapat terbantu,” ujarnya.

Kepala TPA Al Falah Muhammadiyah Tanjung Jaya, Aminudin, S.Pd., juga menyampaikan apresiasinya kepada LAZISMU Lampung. “Alhamdulillah, dengan adanya sumur wakaf ini, kebutuhan air bersih di TPA Al Falah akan terpenuhi. Terima kasih kepada LAZISMU Lampung atas kepeduliannya,” tuturnya.

Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Bangun Rejo dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Bangun Rejo menyatakan manfaat yang luas bagi santri dan warga sekitar. “Sumur wakaf ini akan memberi manfaat yang luas terutama bagi santri TPA Al Falah dan warga sekitar TPA Al Falah,” ujar mereka.

Program Sumur Wakaf LAZISMU merupakan salah satu bentuk kepedulian LAZISMU terhadap pendidikan Islam. Dengan program ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

LAZISMU LAMPUNG LAPORKAN HASIL PENYALURAN DONASI PEDULI PALESTINA

LAZISMU LAMPUNG LAPORKAN HASIL PENYALURAN DONASI PEDULI PALESTINA

Pelaporan penyaluran Donasi LazisMu untuk Palestina
Lampung, 8 Mei 2024 – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Perwakilan Lazismu Wilayah Lampung telah melakukan penggalangan dana untuk Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan di tengah kondisi krisis yang melanda negara tersebut. Serangan oleh zionis Israel terhadap warga Palestina terus berlanjut, sehingga menyebabkan banyak korban jiwa. Korban yang menjadi target kekejaman zionis tidak hanya para pejuang, namun juga anak-anak, para wanita dan para lanjut usia.

Lazismu Lampung konsisten membantu rakyat Palestina seperti yang sudah dilakukan sejak tahun 2021 penghimpunan yang telah disalurkan berjumlah Rp 877.554.790,- pada tahun 2023 penghimpunan telah terkumpul Rp 2.457.983.143. donasi ini dari masyarakat Lampung yang mempercayakan donasinya melalui Lazismu Daerah yang tersebar diseluruh Kabupaten Provinsi Lampung dan Kantor Layanan.

Proses penyaluran dana dihimpun di Lazismu Wilayah Lampung kemudian di salurkan melalui Lazismu Pusat. Lazismu Pusat meyalurkan bantuan melalui program Muhammadiyah Aid dan kolaborasi lintas lembaga yang didukung oleh lembaga kemanusiaan lokal di Palestina, bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia dipastikan terus disalurkan dan diterima dengan baik oleh para penerima manfaat. Selain menyalurkan bantuan makanan dan kesehatan, Muhammadiyah Aid dengan dukungan penuh dari Lazismu menurunkan tim awal untuk layanan darurat kesehatan yaitu  Emergency Medical Team (EMT).

Manajer Area Lazismu Lampung, Jeni Rahma menyatakan “terimakasih kepada seluruh masyarakat Lampung, yang telah menyalurkan bantuan untuk Palestina melalui Lazismu Lampung. Dana yang terkumpul juga kami pastikan tersalurkan kepada penerimanya”. Donasi yang terkumpul digunakan untuk memberikan bantuan kemanusiaan, berdasarkan update penyaluran tahun 2023 sudah disalurkan 526 paket bantuan obat-obatan ,439 Paket Bantuan Pangan, Convoy AID For Gaza 2 Truk Makanan, 600 Paket Bantuan Family Kit dan 2.400 kaleng Rendangmu, Bantuan Pangan 1.210 Paket. Pada tahun 2024 telah disalurkan 15.234 Paket Iftar (Hot Meals), Program Ramadhan 90 Paket Bantuan Makanan dan Pakaian, Bantuan Alat Kesehatan 2 Unit Alat Cuci Darah, Convoy Aid For Gaza-Bantuan Truk medis dari Mesir ke Gaza berupa Logistik Medis, Paket Bantuan Logistik 2.850 dalam bentuk Rendangmu, Sarung dan selimut, Tim Advance Monitoring dan Koordinasi dengan berbagai mitra NGO (Non Governmental Organization) di Mesir dan Rafah.

Sementara itu, Manager Fundrising dan Program Lazismu Lampung, Allaudin menjelaskan bantuan Lazismu telah membantu memenuhi kebutuhan dasar rakyat Palestina seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian, terutama bagi anak-anak, perempuan, dan lansia. Selain itu bantuan medis dan layanan kesehatan dari Lazismu juga telah membantu menyelamatkan banyak nyawa dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Palestina. Dari semua bantuan yang diberikan Lazismu telah memberikan secercah harapan bagi rakyat Palestina untuk bangkit dan merasakan kepedulian kita sebagai saudara.

Kurban tapi Belum Akikah, Boleh kah?

Kurban tapi Belum Akikah, Boleh kah?

null

Banyak pertanyaan dimasyarakat apakah boleh berkurban tapi kita belum melaksanakan akikah. Secara bahasa Akikah artinya memutus, melubangi, membelah atau memotong. Secara syariat makna akikah sebagai ungkapan rasa syukur kapada Allah Swt atas karunia yang dianugerahkan. Sedangkan Kurban berasal dari kata qarraba yang berarti dekat. Secara syariat kurban artinya ibadah dalam bentuk melaksanakan penyembelian hewan tertentu dengan pengharapan dapat mendekatkan diri kepada-Nya.

Hukum Akikah berdasarkan pendapat rajih (kuat) yang disepakati oleh jumhur ulama adalah sunah muakad. Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah saw:

 

[مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْهُ فَلْيَنْسُكْ. [رواه أبو داود والنسائى وأحمد والبيهقي

 

Artinya: “Barangsiapa yang dikaruniai anak dan ingin beribadah atas namanya, maka hendaklah ia beribadah (dengan menyembelih binatang akikah).” [HR. Abu Dawud no. 2842, an-Nasa’i vol. 7 no. 162, Ahmad vol. 2 no.194, dan al-Baihaqi vol. 9 no. 300]

 

Adapun tentang pelaksanaannya, akikah disyariatkan pada hari ketujuh dari kelahiran anak, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw:

 

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى فِيهِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

[رواه الخمسة عن سمرة بن جندب، وصححه الترمذي]

Artinya: “Tiap-tiap anak itu tergadai dengan akikahnya yang disembelih sebagai tebusan pada hari yang ketujuh dan diberi nama pada hari itu serta dicukur kepalanya.” [Hadis diriwayatkan oleh lima ahli hadis dari Samurah bin Jundub, disahihkan oleh at-Tirmidzi]

 

Pendapat tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits Ahmad, Abu Dawud, Al-Darimi, dan Al-Thabrani dari Samurah bin Jundub: “Setiap bayi tergadai dengan akikahnya, disembelihkan (Kambing) untuknya pada hari ke Tujuh, dicukur dan diberi nama, “terangnya. (HR. Abu Dawud No. 2840; Ahmad No. 20083; Al-Damiri No. 1969; dan AL Thabrani No. 6830)

 

Akikah terikat dengan waktu kelahiran sang bayi tersebut dan tidak ada tuntutan akikah ketika sudah melebihi 7 hari kelahiran bayi, maupun seseorang tersebut telah dewasa. Sementara ibadah kurban dapat dilaksanakan setiap tahun sekali. Apabila hewan sembelihan akikah dimaksud adalah untuk akikah yang sudah lewat dari 7 hari kelahiran bayi atau mengakikahi orang dewasa, alangkah baiknya jika disarankan dialihkan niatnya sebagai hewan kurban.

Menurut Tarjih Muhammadiyah, menggabungkan niat akikah dan kurban dalam satu hewan penyembelihan tidak diperbolehkan. Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan ketentuan yang mendasar antara keduanya, baik dari segi waktu pelaksanaan, syarat-syarat yang harus dipenuhi, maupun tata cara penyembelihannya.

 

Penegasan ini berdasarkan tidak adanya dalil Al-Qur’an atau Hadis yang secara eksplisit membolehkan penggabungan niat akikah dan kurban.

 

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan akikah dan kurban dengan hewan yang berbeda agar terpenuhi semua ketentuan dan hakikat dari kedua ibadah tersebut.

 

 

Wallahu a’lam bish-shawab. *putm-pa)

 

Sumber : https://tarjih.or.id/hukum-akikah-mengakikahi-diri-sendiri-dan-penyembelihan-akikah-dalam-acara-kurban/

 

Kontributor : Jeni Rahma

 

+62 811-7281-196 Call Center Donasi Lazismu Lampung
7188145827 an. LAZISMU QURBAN BSI

EDUTABMU BATCH II DIMONITOR DAN DIEVALUASI DI SD MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG

EDUTABMU BATCH II DIMONITOR DAN DIEVALUASI DI SD MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG

Bandar Lampung, 25/04/2024 – Monitoring dan evaluasi (monev) Program Edutabmu Batch II dilaksanakan di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung pada hari Kamis, 25 April 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Mr. P. Ming Wong (Vice President of Government and Global Partnership at Enuma Inc), Mr. C.D Liang (Director, Development The Head Foundation), Dr. Drs, Kasiyarno, B.A., M.Hum (Wakil Ketua V Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah), Abdulah Mukti, S.Pd., M.Pd (Wakil Sekretaris I Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah), Muarawati Nur Malinda, M.P.A.(M) (Wakil Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian), guru-guru dari sekolah penerima program Edutabmu, Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, dan Lazismu Lampung.

Foto Istimewa : Tampak LazisMu Pusat dengan Murid SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung
Foto Istimewa : Tampak LazisMu Pusat dengan Murid SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung

Monev ini dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi sejauh mana siswa penerima program Edutabmu di 16 sekolah yang tersebar di seluruh Lampung dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan matematika melalui konteks game yang terdapat dalam aplikasi Enuma.

“Melalui Edutabmu, kami ingin meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil yang memiliki akses internet terbatas, dengan menggunakan aplikasi Enuma, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif, dan guru dapat memantau kemajuan belajar mereka secara real-time.” ujar Muarawati Nur Malinda, M.P.A.(M) selaku Wakil Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian LazisMu Pusat.

Hasil monev menunjukkan bahwa program Edutabmu telah memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran siswa. Para guru melaporkan bahwa siswa mereka lebih antusias untuk belajar dan menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi pelajaran.

“Kami sangat senang dengan hasil program Edutabmu sejauh ini, program ini telah membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami.” kata Evi Maryani, S.Pd selaku Kepala SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung.

Foto Istimewa : monev Program Edutabmu Batch II di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung
Foto Istimewa : Monev Program Edutabmu Batch II di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung

Monev ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Edutabmu, seperti pembagian waktu dan masalah teknis. Kendala-kendala ini akan dibahas dan dicarikan solusinya agar program Edutabmu dapat berjalan lebih optimal di masa depan.

Kegiatan monev ini ditutup dengan foto bersama tamu dengan guru-guru dan siswa.

PEREMPUAN MENYUSUI YANG TIDAK PUASA, QADHA ATAU BAYAR FIDYAH?

PEREMPUAN MENYUSUI YANG TIDAK PUASA, QADHA ATAU BAYAR FIDYAH?

Syariat Islam itu mempunyai prinsip-prinsip, di antaranya adalah menghilangkan kesulitan. Begitu pula dalam kewajiban puasa Ramadan. Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib, akan tetapi Islam tidak lantas memberatkan, sehingga Allah memberikan rukhshah atau keringanan bagi beberapa golongan yang memang tidak bisa menjalankan puasa.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, perempuan yang menyusui termasuk salah satu golongan yang mendapatkan rukhshah dalam pelaksanaan puasa Ramadan. Sehingga ia boleh meninggalkan puasa apabila merasa berat, karena apabila dipaksakan mungkin membahayakan dirinya dan anak yang disusuinya.

Oleh karena itu, dalam hukum syariah diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan sebagai gantinya ia wajib memberi makan seorang miskin (membayar fidyah). Hal ini berdasarkan dalil-dalil:

1. Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 184:

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ۚ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ .

Artinya: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”2. Hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَنَسِ ابْنِ مَالِكِ الْكَعْبِيّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ إِنَّ اللهَ عزّ و جلّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ [رواه الخمسة].

Artinya: “Diriwayatkan dari Anas Ibnu Malik al-Ka’bi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separuh salat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui” [HR. lima ahli hadis].3. Hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أنَّهُ قَالَ أُثْبِتَ لِلْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ أَنْ يُفْطِرَا وَ يُطْعِمَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِيْنًا [رواه أبو داود.

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata: Ditetapkan bagi perempuan yang mengandung dan menyusui berbuka (tidak berpuasa) dan sebagai gantinya memberi makan kepada orang miskin setiap harinya.” [HR. Abu Dawud]Berdasarkan dalil-dalil di atas, dapat diketahui bahwa perempuan menyusui yang tidak bisa berpuasa secara penuh di bulan Ramadan, maka sebagai gantinya ia harus membayar fidyah sebanyak hari-hari yang ia tidak berpuasa. Yakni memberi makan seorang miskin setiap harinya.

Majelis Tarjih melalui laman resmi fatwatarjih.or.id menegaskan bahwa perempuan tersebut tidak perlu untuk mengqadha puasanya di hari lain di luar bulan Ramadan. Adapun besarnya jumlah fidyah yang harus dibayarkan adalah minimal satu mud (sekitar 0.6 kg) atau setara dengan ukuran dan harga makanan yang ia makan sehari-hari.

Namun demikian apabila membayar fidyah tersebut memberatkan karena harus mengeluarkan biaya, sementara perempuan yang menyusui itu termasuk golongan orang yang kurang mampu, maka menurut Majelis Tarjih ia dapat mengganti puasanya dengan berpuasa di hari lain di luar bulan Ramadan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkannya.

Sumber: Fatwatarjih.or.id

ZAKAT PERDAGANGAN 2 TOKO DENGAN SALAH SATU DIKELOLA PIHAK LAIN

ZAKAT PERDAGANGAN 2 TOKO DENGAN SALAH SATU DIKELOLA PIHAK LAIN

Assalamualaikum wr wb.

Mohon maaf sebelumnya. Saya Andri,  ingin bertanya mengenai zakat perdagangan. Saya memiliki usaha dagang aksesori HP. Saya memiliki 2 toko berlainan daerah. Salah satu toko dikelola oleh adik ipar saya dengan sistem gaji tetap 3, 5 juta + bagi hasil tiap bulannya yaitu 60% ke saya : 40% untuk adik ipar saya dari keuntungan bersih setelah dikurangi hutang barang, sewa toko, kewajiban operasional lainnya dan gaji karyawan. Mengenai stok barang secara keseluruhan adalah milik saya.

Pertanyaannya :

Saat saya akan membayar zakat perdagangan ini, apakah adik ipar saya juga ikut menanggung zakat perdagangan usaha saya yang saya bayar nanti?
Mohon bantuannya.
Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Jawaban:

Saudara Andri yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda. Perdagangan aksesori HP yang Anda tekuni merupakan kerja-usaha yang baik. Ketentuan zakatnya diatur dalam Q.S. al-Baqarah, 2 (267): anfiqu minthayyibati ma kasabtum, tunaikanlah zakat dari  kerja-usaha kamu sekalian yang baik.  Dan pembayarannya menggunakan hitungan  haul, nishab dan nisbah.

Haul adalah satu tahun pembayaran zakat; nishab adalah ambang batas minimal harta yang dikenai zakat; dan nisbah adalah kadar prosentase zakat yang dibayarkan. Haul zakat perdagangan adalah satu tahun kerja-usaha berdagang;  nishab zakat  perdagangan adalah 20 dinar yang setara dengan 85 gram emas murni; dan nisbah zakat yang dibayarkan  adalah 2,5%.

Orang yang berkewajiban membayar zakat perdagangan adalah  pemilik sempurna harta yang diperdagangkan. Pemilik sempurna  barang-barang dagangan  di 2 toko di 2 daerah berbeda adalah Anda. Adapun adik ipar Anda hanya memiliki hak mengelola barang-barang dagangan di salah satu toko atas kuasa Anda dan bukan pemilik sempurnanya. Karena itu adik ipar  tidak ikut menanggung zakat kerja-usaha perdagangan Anda.

Jadi kewajiban membayar zakat perdagangan 2 toko aksesori ada pada Anda. Adapun kewajiban adik ipar adalah  membayar zakat profesi, jika penghasilannya dari gaji  dan bagi hasil mengelola toko Anda tiap bulan dalam 1 tahun mencapai nishab 85 gram emas di atas.
Semoga dengan ikhlas membayar zakat,  usaha perdagangan Anda berkembang sehingga Anda memiliki banyak toko aksesori di banyak daerah dan syukur juga memiliki usaha-usaha halal yang lain.

Wallahu a’lam bish shawab.

CARA MEMBAYAR HUTANG PUASA ORANG TUA

CARA MEMBAYAR HUTANG PUASA ORANG TUA

Dalam surat al-Baqoroh ayat 184 Allah berfirman:

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ … [البقرة] (2): 184

“Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin …” [QS al-Baqarah (2): 184].

Dari ayat di atas, dapat dipahami bahwa, jika seseorang dalam keadaan sakit atau sedang berada dalam suatu perjalanan sehingga merasa berat untuk melakukan puasa, maka boleh baginya hutang puasa dan mengganti kewajiban puasanya di hari yang lain. Kemudian sekiranya di hari yang lain pun ia tidak mampu menggantinya, disebabkan karena uzur syar‘i, maka ia bisa mengganti puasa yang ditinggalkan dengan cara membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, mengenai qadha atau hutang puasa orangtua yang masih hidup, namun sudah tidak mampu menggantinya disebabkan suatu uzur (dalam hal ini karena sering sakit-sakitan), maka Islam memberikan kemudahan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan dengan cara membayar fidyah bukan dengan mengqadha puasa orangtua yang dilakukan oleh anak.

Selanjutnya mengenai qadha puasa bagi orangtua yang telah meninggal dunia, Majelis Tarjih dan Tajdid melalui laman resminya menyampaikan beberapa hadis sebagai berikut:

1- [عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ [متفق عليه

“Dari Aisyah ra [diriwayatkan] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa meninggal dunia padahal ia berhutang puasa, maka walinyalah yang berpuasa untuknya” [Muttafaq Alaih]. Baca Juga  Mengapa Muhammadiyah tidak Bermazhab?

2- عَنِ اْبنِ عَبَّاٍس رَضِيَ اللهُ عَنْهُماَ قاَلَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ، أَفَأَقْضِيَهُ عَنْهَا؟ قاَلَ: لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكَ دَيْنٌ، أَكُنْتَ قاَضِيَهُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَيْنُ اللهِ أَحَقٌ أَنْ يُقْضَى [رواه البخاري

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu [diriwayatkan] ia berkata: Seorang laki-laki datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata: Ya Rasulullah sungguh ibuku telah wafat padahal ia punya kewajiban puasa satu bulan, apakah saya dapat berpuasa menggantikannya? Nabi menjawab: Jika seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarkannya? Laki-laki itu menjawab: Iya. Selanjutnya Nabi bersabda: Hutang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan” [HR al-Bukhari].

3- عَنِ بْنِ عَباَّسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ اِمْرَاَةً أَتَتْ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ.فَقَالَ: أَ فَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَيْهَا دَيْنٌ أَكُنْتِ تَقْضِيْنَهُ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ : فَدَيْنُ اللهِ أَحَقٌّ بالْقَضَاءِ [رواه مسلم

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu [diriwayatkan] bahwa seorang wanita datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: Ya Rasulullah, sungguh ibu saya telah meninggal, padahal ia punya kewajiban puasa satu bulan. Lalu Nabi bersabda: Bagaimana pendapatmu jika ibumu memiliki hutang, apakah kamu akan membayarnya ? Wanita itu menjawab: Ya. Lalu Nabi bersabda: Hutang kepada Allah lebih berhak untuk dilaksanakan” [HR Muslim].

4- عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ امْرَأَةً رَكِبَتْ الْبَحْرَ فَنَذَرَتْ إِنْ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنْجَاهَا أَنْ تَصُومَ شَهْرًا فَأَنْجَاهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلَمْ تَصُمْ حَتَّى مَاتَتْ فَجَاءَتْ قَرَابَةٌ لَهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ صُومِي [أخرجه أحمد

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (diriwayatkan) bahwa ada seorang perempuan berlayar mengarungi lautan lalu ia bernadzar seandainya Allah menyelamatkannya ia akan berpuasa selama satu bulan, lalu Allah menyelamatkannya, tapi ia tidak berpuasa sampai ia meninggal. Lalu keluarganya datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan hal tersebut. Lalu beliau bersabda: Berpuasalah untuknya” [HR Ahmad].

Berdasarkan dalil-dalil dari as-Sunnah yang tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa diperintahkan bagi ahli waris untuk mengqadha puasa orangtuanya yang telah meninggal dunia karena orangtuanya belum sempat melaksanakan selama masih hidup. Mengenai cara yang tepat dalam mengganti puasa orang tua, dengan qadha oleh wali atau membayar fidyah.

Dalil-dalil di atas menjelaskan bahwa jika seseorang tidak mampu mengganti hutang puasanya, maka bisa menggantinya dengan cara mengqadha pada hari lain atau membayar fidyah. Adapun bagi orang tua yang masih hidup yang memiliki hutang puasa wajib, dan ia tidak mampu menggantinya di hari yang lain, maka Allah telah memberikan kemudahan dengan cara membayar fidyah untuk menebus hutang puasa.

Cara membayar fidyah bagi orangtua yang masih hidup namun tidak mampu menjalankannya karena merasa berat adalah dengan terlebih dahulu melihat apakah orangtua tersebut memiliki harta atau tidak untuk membayar fidyah. Jika orangtua memiliki harta, maka dia harus membayar fidyah dengan harta yang dimilikinya.

Namun, imbuh Majelis Tarjih dan Tajdid, jika dia tidak memiliki harta maka anak baik dengan perorangan maupun patungan secara moral mereka diperintahkan membayarkan fidyah untuk orangtuanya. Hal ini merupakan salah satu bentuk berbuat ihsannya seorang anak terhadap orangtuanya dan tidak boleh menqadhanya karena orangtuanya masih hidup.

Jika orangtua yang masih memiliki kewajiban puasa yang harus diganti telah meninggal dunia dan belum sempat menggantinya, maka yang paling utama berdasarkan dalil-dalil di atas adalah dengan cara dibebankan kewajiban puasa tersebut kepada ahli warisnya (diqadha oleh ahli warisnya).

Namun terlebih dahulu dilihat, apakah orangtua ketika meninggal dunia meninggalkan harta waris atau tidak, jika terdapat padanya harta waris, maka sebelum harta tersebut dibagikan, terlebih dahulu harta tersebut digunakan untuk membayar fidyah puasa yang ditinggalkan karena hal itu merupakan hutang yang harus dibayar sebelum harta warisan dibagikan dan jelas berdasarkan hadis di atas bahwa hutang kepada Allah lebih utama untuk dibayarkan.

Namun jika orangtua tidak meninggalkan harta, maka secara moral anak (ahli waris) diperintahkan mengqadha puasa atau boleh juga dengan membayar fidyah bagi orangtuanya. Namun melihat kepada hadis-hadis di atas maka yang paling utama menurut Rasulullah adalah qadha puasa yang dilakukan oleh anak (ahli waris).

Sumber: Fatwatarjih.or.id / Majalah Suara Muhammadiyah No. 22, 2016

Editor: Tri Priyo Saputro

MUHAMMADIYAH BANTU KORBAN BANJIR BANDAR LAMPUNG

MUHAMMADIYAH BANTU KORBAN BANJIR BANDAR LAMPUNG

 

Bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu, 24/02/2024, menyebabkan banyak rumah terendam dan mengakibatkan kerugian moril dan materiil yang tidak sedikit. Menyikapi kondisi tersebut, pada 25/02/2024, MDMC dan LAZISMU Daerah Kota Bandarlampung, serta dibantu oleh ‘Aisyiyah menginisiasi pendirian Poskor Muhammadiyah dan Dapur Umum. Beberapa relawan Poskor Muhammadiyah dari berbagai unsur persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah terlibat dalam aksi respon tanggap darurat yang dikoordinasikan langsung oleh Eko Budi Sulistio selaku Ketua Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Dissaster Managemen Center (MDMC) Daerah Kota Bandarlampung.

Sebagaimana diketahui, dalam respon tanggap darurat bencana, Muhammadiyah mengibarkan bendera OMOR (One Muhammadiyah One Response). OMOR merupakan sebuah upaya koordinasi dan pelibatan berbagai unsur di Muhammadiyah dalam kegiatan penanggulangan bencana di bawah satu komando dari MDMC (relawan lapangan) dengan dukungan dari LAZISMU (pendanaan). Selain MDMC dan LAZISMU, OMOR juga melibatkan seluruh unsur persyarikatan, antara lain Majelis, Lembaga, Ortom (MLO) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Semua elemen bersatu dalam bendera OMOR untuk bersama sama dan bahu membahu dalam melakukan respons bencana.

Respon tanggap darurat atas bencana banjir yang terjadi sebagian wilayah di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan antara lain dengan memberikan makanan siap saji, melakukan assesmen terhadap masyarakat yang terdampak banjir, serta membantu membersihkan rumah dan lingkungan warga terdampak banjir. Terutama terhadap penyintas banjir di wilayah Rajabasa (Jl. Nunyai, Jl. Raden Gunawan, Jl. Indra Bangsawan, Jl. Kapt. Abdul Haq), Langkapura (Jl. Purnawirawan), dan Hajimena, Natar (Perumahan Gelora Persada).

Hingga Jum’at, 01/02/2024, Relawan Poskor Muhammadiyah terus menyisir pemukiman warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah di sekitaran Rajabasa, Langkapura dan Hajimena, Natar. Pada 02/03/2024 Relawan Poskor Muhammadiyah telah melaporkan assesmen lengkap dan melakukan rekapitulasi kebutuhan berdasarkan hasil assesmen terhadap keluarga penyintas banjir di beberapa wilayah yang menjadi sasaran Poskor Muhammadiyah. Antara lain paket sembako sebanyak 17 paket, kompor 2 tungku sebanyak 13 unit, tabung gas LPG sebanyak 5 unit, regulator sebanyak 13 unit, pakaian sekolah SMA sebanyak 6 stel, pakaian sekolah SD sebanyak 1 setel, Sepatu sekolah SMA sebanyak 8 pasang, Sepatu sekolah SD sebanyak 1 pasang, serta paket alat tulis. Kebutuhan penyintas banjir ini dapat dipenuhi oleh LAZISMU Daerah Kota Bandarlampung dan LAZISMU Wilayah Lampung, atas dukungan dari seluruh donatur yang mempercayakan donasinya melalui LAZISMU.

Pada Ahad, 03/02/2024, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandarlampung, Thabroni M. Zuhri, didampingi Relawan Poskor Muhammadiyah, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada para penyintas banjir.

LAZISMU WILAYAH LAMPUNG LAKSANAKAN KEGIATAN KICK OFF PROGRAM RAMADHAN 1445 H “BACK TO MASJID”

LAZISMU WILAYAH LAMPUNG LAKSANAKAN KEGIATAN KICK OFF PROGRAM RAMADHAN 1445 H “BACK TO MASJID”

Ahad, 3/3/2024 bertempat di Masjid Baitul Maqdis Kemiling, berlangsung serangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh LAZISMU Wilayah Lampung dalam rangka Kick Off Program Ramadhan 1445 H “Back To Masjid”. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kemiling Kota Bandarlampung.

Back To Masjid merupakan program LAZISMU dalam rangka menyemarakkan masjid sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan umat/jama’ah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam program Back To Masjid antara lain BBM (Bersih-Bersih Masjid), Sajadah (Sedekah Alat Ibadah), dan Rehab (Renovasi Ringan Tempat Ibadah). Pada sesi BBM, dilakukan penyedotan debu karpet atau sajadah panjang, pembersihan plapon, serta pengepelan seluruh area dalam masjid. Pada sesi Sajadah, memberikan bantuan alat ibadah berupa mukena dan sarung. Sedangkan pada sesi Rehab, melakukan pengecatan ulang pagar depan masjid, serta area wudlu dan toilet. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H. Turut mensukseskan kegiatan ini adalah para relawan dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Lampung, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung, dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Bandarlampung.

Selain kegiatan utama dalam bentuk BBM (Bersih-Bersih Masjid), Sajadah (Sedekah Alat Ibadah), dan Rehab (Renovasi Ringan Tempat Ibadah), kegiatan Kick Off Program Ramadhan 1445 H ini juga disemarakkan dengan kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung. Program Pasar Murah ini didukung oleh LAZISMU Wilayah Lampung dalam bentuk pemberian subsidi sebesar Rp. 20.000,- kepada lima puluh kepala keluarga sebagai penerima manfaat. Program Pasar Murah ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat kurang mampu dilingkungan masjid atau Amal Usaha Muhammadiyah/’Aisyiyah.

 

Kick Off Program Ramadhan 1445 H “Back To Masjid” juga disemarakkan dengan kegiatan penanaman pohon dan pembuatan lubang biopori sebagai gerakan aksi dalam rangka menciptakan Masjid Ramah Lingkungan. Sebanyak 5 bibit tanaman buah berhasil ditanam dilingkungan masjid, antara lain kelengkeng, rambutan, jambu jamaika, dan alpukat. Sebanyak 10 titik lubang biopori juga berhasil dibuat dilingkungan masjid. Masjid Ramah Lingkungan merupakan salah satu program unggulan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung yang turut mendukung program-program pemberdayaan dibidang lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh LAZISMU.

Pada kesempatan ini hadir juga, Erfan Zain, Sekretaris Lembaga Pengembangan Cabang/Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung. LPCRPM merupakan mitra LAZISMU dalam pelaksanaan program Back To Masjid, khususnya dalam pengelolaan manajemen masjid sehingga menjadi masjid dengan kualifikasi unggul.

Ketua Takmir Masjid Baitul Maqdis, Firmansyah, menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas program Back To Masjid LAZISMU ini. “Alhamdulillah, semoga kegiatan Back To Masjid LAZISMU ini menambah kualitas ibadah seluruh jamaah masjid Baitul Maqdis Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kemiling di bulan Ramadhan tahun ini”, pungkas Firmansyah.

Sementara itu, Manajer Area LAZISMU Wilayah Lampung, Banun Amariyah, mengatakan bahwa pada Ramadhan 1445 H, selain program Back To Masjid, LAZISMU memiliki beberapa program unggulan lain yang dilaksanakan serentak secara nasional, yaitu Tebar Takjil, Pesantren Mu’allaf, Pesantren Lansia, Kado Ramadhan, dan Mudikmu Aman. Program-program tersebut dilandasi oleh semangat memberi untuk negeri dengan mengajak kaum muslimin secara bersama-sama saling membantu dan tolong menolong untuk menyalurkan zakat, infaq dan shadaqahnya melalui LAZISMU sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. “Maka LAZISMU pada Ramadhan 1445 H ini mengangkat tema besar Zakat untuk Negeri”, terang Banun.

Rapat Koordinasi LAZISMU Lampung dalam rangka Gebyar Musywil ke-26 Muhammadiyah Provinsi Lampung

Rapat Koordinasi LAZISMU Lampung dalam rangka Gebyar Musywil ke-26 Muhammadiyah Provinsi Lampung

BANDAR LAMPUNG, 25 JANUARI 2023 – LAZISMU Wilayah Lampung mengadakan Rapat koordinasi (Rakor) Gerakan Aksi LAZISMU Lampung dalam agenda persiapan memeriahkan Musywil Ke-26 Muhammadiyah Provinsi Lampung yang digelar pada Jumat, 20 Januari 2023 secara Daring. Rakor tersebut membahas tentang kesiapan dalam menyambut Musywil Ke-26 pada 11-12 Februari 2023 di Lampung Timur, diantaranya persiapan spanduk ucapan dari LAZISMU Daerah se-Provinsi Lampung, dan pemaparan rancangan program yang akan dilakukan di lokasi Musywil.

Rakor ini diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari LAZISMU Daerah dan Kantor Layanan (KL) LAZISMU diantaranya LAZISMU Daerah Tanggamus, LAZISMU Daerah Lampung Timur, LAZISMU Daerah Tulang Bawang, LAZISMU Daerah Lampung Selatan, dan LAZISMU Daerah Lampung Tengah; serta KL LAZISMU SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung. Seluruh peserta cukup antusias mengikuti alur rapat, turut memberikan pendapat dan melempar pertanyaan kepada Pemapar Program Jeni Rahma selaku Manajer Fundraising dan Program.

Rapat dimulai pada Pukul 16.00 WIB dan berakhir pukul 17.30 WIB. Tujuan Rakor ini adalah untuk menyampaikan rancangan Program yang digagas LAZISMU Lampung agar LAZISMU Daerah dapat turut berpartisipasi dan menyelaraskan program. Jeni Rahma memaparkan Kegiatan-kegiatan yang akan digelar di lokasi Musywil diantaranya Pembagian Merchandese, Paket Sembako, dan Pembagian Paket Alat Shalat; Pengadaan Tenda, Quiz, dan Pemasangan Potoboth. Jeni Rahma menyampaikan harapan kepada LAZISMU daerah untuk turut membantu menyukseskan Program yang diadakan LAZISMU wilayah, “Program-program yang akan kita laksanakan di lokasi Musywil, harapan kami LAZISMU Daerah dapat turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan yang kami selenggarakan” tuturnya.

Ketua Badan Pengurus (BP) LAZISMU Lampung, Ashuri menyampaikan bahwa LAZISMU se-Lampung harus mensupport dan memeriahkan Musywil Muhammadiyah. “Harapannya Kegiatan ini kompak disukseskan bersama seluruh LAZISMU Daerah untuk memeriahkan Musywil Muhammadiyah Lampung” harap Ashuri. Besar harapan LAZISMU Wilayah Lampung untuk seluruh LAZISMU Daerah berpartisipasi dalam kegiatan ini terutama LAZISMU Lampung Timur selaku tuan rumah Musywil.

Kehadiran LAZISMU Lampung untuk memeriahkan Musywil Muhammadiyah Lampung juga untuk memberikan nuansa filantropi di arena Musywil. Pada program ini LAZISMU nantinya akan berkolaborasi dengan IPM Wilayah Lampung dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Lampung untuk mewujudkan konsep ramah lingkungan pada stan LAZISMU dan arena Musywil. Musywil dengan tema “Memajukan Lampung Membangun Peradaban Utama” semoga dapat benar-benar membangun peradaban utama yang salah satu caranya dengan memperhatikan lingkungan. (Adi)