Bantu Kembangkan Potensi Ekonomi Keluarga dan Masyarakat melalui Pemberdayaan UMKM

Bantu Kembangkan Potensi Ekonomi Keluarga dan Masyarakat melalui Pemberdayaan UMKM

“Terimakasih mbak Jeni, mohon sampaikan terimakasih kami kepada donatur. Semoga Allah membalas mereka dengan pahala dan kebaikan hidup dunia dan akhirat” – Bu Lis

RM Pecel Lele Bu’ Dhe terletak dipinggir Jalan Tupai Kec. Kedaton Kota Bandar Lampung. Pemiliknya bernama Ibu Nur Cahyawati. Tetangga sekitar dan para pelanggan memanggilnya Bude Nunung. Meskipun diberi nama Rumah Makan, sebenarnya ini hanyalah sebuah warung kecil yang didirikan dihalaman rumah milik mertua Bude Nunung. Menu yang ditawarkan hanya Pecel Lele, Ayam Goreng, Bebek Goreng dan Ati Ampela Goreng. Ada juga tahu dan tempe goreng, terong goreng, kol goreng, sayur asem, dan aneka lalapan segar. Tak ketinggalan, sambal terasi mentah. Nah, sambal terasi buatan Bude Nunung inilah yang menjadi andalan dan cita rasa khas yang memikat pelangggan.

Ketika Pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, Bude Nunung menjadi satu dari jutaan pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 di negeri ini. Warungnya terpaksa tutup. Sayangnya, sebelum sempat dibuka kembali dimasa New Normal, Bude Nunung keburu kehabisan modal. Suaminya hanya seorang Pegawai Tata Usaha berpangkat rendah disebuah sekolah negeri. Sementara 2 (dua) orang anaknya berstatus mahasiswa yang memiliki kewajiban membayar UKT. Selain itu, mertua yang halamannya digunakan untuk berdagang, juga menjadi tanggungannya. Modalnya benar-benar habis. Berbulan-bulan Bude Nunung tidak bisa berdagang karena tidak memiliki modal. Padahal, semakin lama tidak berdagang, kondisi keluarganya semakin sulit berkembang. Pelanggan, juga banyak yang merasa kehilangan. Sampai akhirnya, Tim LAZISMU datang menawarkan bantuan Program Pemberdayaan UMKM kepada Bude Nunung sebesar Rp. 2.500.000,-.

Sampai akhirnya, Tim LAZISMU datang menawarkan bantuan Program Pemberdayaan UMKM kepada Bude Nunung sebesar Rp. 2.500.000,-.

“Jadi nanti saya ngembalikannya nyicil, ya mbak. Cicilan per bulannya berapa?”, tanya Bude Nunung. “Ini murni bantuan Bude, diberikan lepas bukan pinjaman, jadi gak usah nyicil. Kalau Bude mau nyicil, nyicilnya sama Allah saja, bayar infaq ke LAZISMU, biar bisa bantu teman-teman lain yang kesulitan juga”, jawab Tim LAZISMU. “Ya Allah, alhamdulillah, terimakasih banyak mbak”, jawab Bude Nunung terharu. Tak lupa, Bude Nunung menyampaikan ucapan terimakasih dan doa untuk para donatur.

Cerita lain datang dari seorang ibu bernama Lisna Hayati atau biasa dipanggil Bu Lis. Bu Lis berprofesi sebagai seorang guru honorer disebuah sekolah swasta. Suaminya, juga mengajar disekolah yang sama. Selain mengajar di sekolah, Bu Lis dan suaminya juga mengajar anak-anak dilingkungannya mengaji TPA dirumahnya. Gratis, tanpa dipungut biaya. Dengan tanggungan 4 (empat) orang anak, tentu penghasilan mereka jauh dari cukup untuk memenuhi biaya hidup, termasuk biaya pendidikan. 

Tahun 2017 Bu Lis memulai belajar membuat bakso. Sejak awal, Bu Lis berkomitmen untuk membuat bakso dengan cita rasa, kualitas dan standart keamanan produk pangan. Tanpa bahan pengawet dan zat-zat tambahan lainnya. 

Sebagai percobaan, Bu Lis sengaja mengantarkan bakso ke tetangga dan saudara-saudaranya untuk dicicip. ‘Alhamdulillah, tetangga dan saudara yang saya minta untuk mencicipi bakso buatan saya, semua bilang enak. Sejak itu, saya percaya diri untuk memulai usaha pembuatan bakso”, kata Bu Lis tersipu. Bakso ayam hasil produksinya dikemas per 250 gram, 500 gram dan 1000 gram, lalu ditawarkan ke tetangga dan para kolega. Masalahnya, karena tidak memiliki freezer, Bu Lis tidak dapat membuat bakso dalam jumlah banyak. Bu Lis hanya membuat bakso, jika ada pesanan dari pelanggannya. “Untungnya pelanggan saya rata-rata bilang enak dan suka, makanya selalu pesan ulang”, jelas Bu Lis.

Pandemi COVID-19 datang. Usaha pembuatan bakso Bu Lis ikut terkena dampaknya. “Sejak pandemi COVID-19, orderan menurun”, Bu Lis sedikit mengeluh. “Sebenarnya, sejak lama saya dan suami pengen jualan bakso gerobak”, lanjutnya. 

Bu Lis dan keluarga tinggal di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Rumah tinggalnya disebuah gang sempit. Diluar gang, persis dipinggir jalan yang cukup ramai, tepat didepannya sebuah lapangan bola, ada rumah saudara Bu Lis. Lokasi yang sangat strategis untuk berdagang. Sayangnya, modal tak kunjung cukup untuk merealisasikannya. Kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anaknya, menghalangi terkumpulnya modal untuk mewujudkan mimpinya.

“Di Panjang ada pembuat bakso, namanya Ibu Lisna. Aku bareng waktu Pelatihan SWA (Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah)”, usul Bu Sefti, salah seorang Staf LAZISMU, ketika Tim LAZISMU sedang mapping calon penerima bantuan Program Pemberdayaan UMKM. “Oke, kita survey”, sambut Banun Amariyah, Koordinator Program LAZISMU.  

Setelah dilakukan survey, bantuanpun digulirkan. Sekarang, Bu Lis punya usaha gerobak bakso yang diberi nama Bakso Ayam Ummi-Abi. Beberapa hari berdagang, rejeki datang. Bakso Ummi-Abi mendapat pesanan 30 porsi bakso dari pondok pesantren didekatnya berdagang. Bakso ayam Ummi-Abi dibandrol sangat murah, hanya Rp. 6000,- per mangkok. Tapi rasanya, “ini enak bangeeet”, kata Jeni Rahmawati, Tim LAZISMU yang datang ke lokasi usaha Bu Lis untuk Monitoring dan Evaluasi.  “Terimakasih mbak Jeni, mohon sampaikan terimakasih kami kepada donatur. Semoga Allah membalas mereka dengan pahala dan kebaikan hidup dunia dan akhirat”, kata Bu Lis menutup pembicaraan.

Bude Nunung dan Bu Lis hanya sebagian kecil dari pelaku UMKM yang sangat terbantu dengan Program Pemberdayaan UMKM LAZISMU. Di Indonesia, sudah ribuan pelaku UMKM dibantu oleh LAZISMU dalam Program Pemberdayaan UMKM. LAZISMU Lampung sendiri, saat ini memiliki paling tidak 30 (tigapuluh) pelaku UMKM binaan yang tersebar di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Mereka menerima bantuan Program Pemberdayaan UMKM LAZISMU sebesar Rp. 2.500.000,-  per pelaku UMKM. Dana berasal dari LAZISMU Pusat, merupakan pendayagunaan dana Zakat Maal Wardah Cosmetik, Zakat Maal Anggoro Eko Cahyo dan Infaq Konsumen Alfa Midi.

Program Pemberdayaan UMKM merupakan program pemberdayaan ekonomi melalui pemberian modal usaha dan pendampingan untuk penguatan usaha. Program ini didedikasikan LAZISMU untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga dan masyarakat untuk  meningkatkan produktivitas dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Sasaran program ini adalah pelaku UMKM, baik yang sudah mempunyai usaha maupun yang baru akan memulai usaha. 

Program Pemberdayaan UMKM LAZISMU bertujuan untuk  mendorong  terbentuknya UMKM yang profesional, inovatif  dan memiliki daya saing dalam dunia usaha. Selain itu, program ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. 

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni). Dalam Hadits lain disebutkan, “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya” (Muttafaq ‘Alaih)

 

Semakin banyak donasi yang masuk untuk Program Pemberdayaan UMKM LAZISMU, akan semakin banyak keluarga dan masyarakat yang berproses menuju kemandirian ekonomi melalui UMKM.

Ayo, dukung Program Pemberdayaan UMKM LAZISMU dengan cara:

KLIK “Donasi Sekarang”

MASUKAN nominal donasi

PILIH Metode Pembayaran

TRANSFER sesuai nominal jika menggunakan metode Transfer Bank dan Virtual Account

Hubungi Kami Jika Ada Pertanyaan Tentang Program

0811-7281-196

Tidak hanya berdonasi, anda juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini kepada orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas kebaikan anda dengan pahala berlipat ganda.

Donasi ditutup Dalam:
00 days 00 hours 00 minutes 00 seconds