Peduli Guru Honor

Lazismu Lampung

Peduli Guru Honor

Guru honor bergaji kecil bukanlah isapan jempol belaka, di Sukau lampung Barat masih ada guru yang mendapat gaji dibawah Rp 100.000 per bulan.

Sepenggal Cerita Guru Honor

Nun jauh di Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, ada sebuah sekolah
(MIS Muhammadiyah) yang guru honornya hanya digaji kurang dari Rp. 100.000,-
per bulan. Gaji yang diterima, bahkan tidak cukup untuk biaya transportasi. Para
guru honor ini mengandalkan penghasilan lain dari bertani atau berkebun atau
berdagang untuk menopang hidup keluarganya. Kondisi semakin sulit pasca
datangnya pandemi COVID-19. Semua terdampak pandemi COVID-19, termasuk
kondisi sosial ekonomi orang tua/wali murid. Honor tidak dapat diterima, sementara
pembelajaran tetap harus dilakukan dengan sistem shif. Siswa datang kesekolah
secara bergiliran, karena pembelajaran daring tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Tahun Ajaran 2019/2020, sekolah ini memiliki total 111 siswa. Sedangkan tenaga
pendidik terdiri dari 5 (lima) orang guru berstatus ASN/DPK Kementerian Agama
dan, 7 (tujuh) orang guru honorer dan 1 (satu) orang Tata Usaha. 7 (tujuh) orang
guru honorer dan 1 (satu) orang Tata Usaha inilah yang sangat terdampak oleh
pandemi COVID-19. “Alhamdulillah, meskipun bangunan sekolah ini tua dan

seadanya, sekolah ini muridnya banyak. Sehingga, kami memerlukan
tambahan guru honor untuk membantu kegiatan belajar mengajar”, ujar Sri
Kusminah, S. Pd. I. Kepala Sekolah MIS Muhammadiyah Sukau Kab. Lampung
Barat. “Meskipun honor mereka kecil, alhamdulillah mereka tetap bersedia
membantu kami mengajar anak-anak”, lanjutnya.

Mari Kita Tengok Kisah Guru Honor yang Dekat Kota Besar.

Mendekat ke Ibukota Provinsi, di sebuah PAUD di Desa Sidosari Kecamatan Natar
Kabupaten Lampung Selatan, 3 (tiga) orang guru honornya digaji Rp. 250.000,- per
bulan. Konon, jumlah gaji ini termasuk tinggi dibanding guru-guru honor di beberapa
PAUD lainnya. Di PAUD ini, Kepala Sekolahnya, bahkan tidak menerima gaji
bulanan, demi mendahulukan hak guru-gurunya. “Ini bentuk pengabdian dan
kecintaan saya pada dunia pendidikan”, Ujar Wita Kurnia, S. Kom., M. Pd.,
Kepala Sekolah PAUD Nasyiah Sidosari. “Saya bahagia melihat anak-anak
mendapatkan hak dan kemudahan dalam memperoleh akses pendidikan”,
lanjutnya.

Suara Tulus Hati Guru

Meskipun honor mereka kecil, alhamdulillah mereka tetap bersedia membantu kami mengajar anak-anak.

Sri Kusminah, S. Pd. I.

Sekolah MIS Muhammadiyah Sukau Kab. Lampung Barat.

Ini bentuk pengabdian dan kecintaan saya pada dunia pendidikan, Saya bahagia melihat anak-anak mendapatkan hak dan kemudahan dalam memperoleh akses pendidikan.

Wita Kurnia, S. Kom., M. Pd.,

Kepala Sekolah PAUD Nasyiah Sidosari.

Pentingnya Peduli Guru Honor

Sahabat, kisah guru honor di Sukau Kab. Lampung Barat dan di Natar Kab. Lampung Selatan diatas, menjadi bukti masih banyak pahlawan tanpa tanda jasa ini yang hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Gaji yang mereka peroleh tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Apalagi jika guru honor tersebut adalah seorang laki-laki yang berperan sebagai tulang punggung keluarga. Mereka berada pada situasi simalakama. Mempertahankan profesi guru bukan karena honor yang didapat, melainkan sebagai bentuk pengabdian pada dunia pendidikan. Belum lagi, jika disekolah tersebut sumber daya gurunya sangat terbatas, sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Pandemi COVID-19 semakin memperburuk situasi dan kondisi guru honor. Guru honor menjadi kelompok yang sangat terdampak akibat pandemi ini. Banyak sekolah yang manajemen keuangannya berantakan karena siswa tidak mampu lagi membayar SPP. Jangankan membayar SPP, membeli kuota untuk mendukung pembelajaran daring saja banyak siswa yang tidak mampu. Padahal, biaya operasional sekolah bukan hanya gaji guru, tapi juga biaya perawatan gedung, biaya listrik, dll. Lagi lagi, simalakama. Maju buntung, mundur kasihan murid-murid. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan pengajaran, baik daring maupun luring.

Sahabat, guru honor adalah profesi yang mulia. Jumlah guru ASN di Indonesia tidak sebanding dengan banyaknya siswa. Guru honor sangat dibutuhkan untuk membantu guru-guru berstatus ASN mendidik anak-anak menjadi generasi harapan bangsa. Tugas dan tanggung jawab sama, kenapa hak mereka berbeda? Padahal, mereka memiliki keluarga yang harus dihidupi dan dibiayai. Kita maklum, kemampuan anggaran negara sangat terbatas. Sekolah juga tidak mungkin sepenuhnya membebankan gaji guru honor kepada siswa dengan cara menaikkan biaya sekolah.

Sahabat, disinilah dibutuhkan solidaritas. Disinilah dibutuhkan semangat tolong menolong dan saling membantu antar sesama. Mari bantu guru honor untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya. Sedikit bantuan kita, sangat berarti bagi mereka.

Bantuan kita, Membahagiakan Mereka

Dengan berdonasi untuk Program Peduli Guru LAZISMU, anda sudah ikut andil
dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup pahlawan tanpa
tanda jasa yang sudah mengabdikan dirinya untuk pendidikan anak Indonesia.

Ayo, dukung Program Peduli Guru LAZISMU dengan cara:

KLIK “Donasi Sekarang”

MASUKAN nominal donasi

PILIH Metode Pembayaran

TRANSFER sesuai nominal jika menggunakan metode Transfer Bank dan Virtual Account


Tidak hanya berdonasi, anda juga bisa membantu dengan cara menyebarkan
halaman galang dana ini kepada orang-orang terdekat agar semakin banyak orang
yang ikut membantu.
Jika ada pertanyaan tentang program, silahkan menghubungi Call Center LAZISMU
Lampung (WA/Telepon) 0811-7281-196
Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas
kebaikan anda dengan pahala berlipat ganda.