Pilar Sosial dan Kemanusiaan

PILAR SOSIAL KEMANUSIAAN

Indonesia Siaga

Indonesia Siaga, yaitu program respon tanggap darurat bencana mulai dari aktifitas SAR, pendirian posko bantuan, posko pengungsian, dapur umum, layanan kesehatan, tempat ibadah, pendistribusian bantuan, sampai aktifitas pemulihan pasca bencana, seperti psikososial dan program pemulihan ekonomi masyarakat penyintas bencana.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR), menempatkan Indonesia sebagai negara rawan bencana. Diantara penyebabnya: Pertama, Indonesia berada di wilayah jalur cincin pasifik. Kedua, Indonesia berada di wilayah jalur sabuk Alpide. Ketiga, Indonesia dihimpit oleh tiga lempeng benua. Keempat, Indonesia beriklim tropis sebagai penyebab berbagai fenomena alam. Berbagai bentuk bencana alam, dapat terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Kapan saja, dimana saja. Letusan gunung api, gempa, tsunami, angin puting beliung, dll. Fenomena alam ini diperparah dengan berbagai bentuk bencana yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia, seperti banjir, longsor, kebakaran lahan dan hutan.

Sifat bencana yang tidak dapat diprediksi kapan dan dimana akan terjadi, menuntut berbagai elemen masyarakat (pemerintah/swasta/perorangan), untuk Siap dan Siaga menghadapi datangnya bencana.  Berdasarkan pengalaman, penggalangan donasi setelah bencana datang, memperlambat aksi tanggap darurat dan penanganan korban. Meskipun, penggalangan donasi setelah bencana datang tetap sangat dibutuhkan untuk mendukung aktifitas pemulihan pasca bencana. 

Oleh karena itu, penggalangan donasi untuk Program Indonesia Siaga dapat dilakukan sepanjang waktu, tanpa harus menunggu datangnya bencana. Donasi anda akan dikumpulkan dan menjadi dana cadangan yang disimpan. Saat bencana benar-benar datang, dana tersebut dapat segera digunakan untuk mempercepat penanganan dan meminimalisir jatuhnya korban.

Ayo, dukung Program Indonesia Siaga LAZISMU dengan cara klik tombol Donasi Sekarang di bawah ini.

Pemberdayaan Difabel

Pemberdayaan Difabel, yaitu gerakan pemberdayaan berbasis kaum difabel untuk mengupayakan pencapaian kesejahteraan sosial dengan menggali dan memperdalam kemampuan yang dimiliki serta mematangkan keterampilan.

Kaum difabel merupakan kaum marjinal yang membutuhkan penguatan dan pendampingan. Biasanya, mereka berkumpul dalam sebuah komunitas berdasarkan jenis kekurangan fisik yang dimiliki. 

Salah satu komunitas difabel yang menjadi perhatian LAZISMU Lampung adalah Komunitas Tuna Netra di Kemiling, Bandar Lampung yang tergabung dalam Kelompok Pengajian Umi Maktum. Meskipun memiliki keterbatasan dan kekurangan fisik, mereka dapat hidup secara mandiri. Mereka berkeluarga dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Pekerjaan mereka rata-rata sebagai tukang pijat, membuka warung dirumah dan pedagang keliling (kerupuk, koran). Sebagian memiliki kemampuan mengaji lagu (tilawah al-Qur’an) yang dapat digunakan untuk mengikuti berbagai perlombaan, seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). 

Diperlukan program khusus untuk menggali dan memperdalam kemampuan yang dimiliki, agar ada pengembangan usaha dan jenis pekerjaan, baik secara perorangan maupun kelompok. 

Donasi yang anda sampaikan untuk Program Pemberdayaan Difabel LAZISMU sangat mambantu kaum difabel dalam rangka mencapai kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi. 

Ayo, dukung Program Pemberdayaan Difabel LAZISMU dengan cara klik tombol Donasi Sekarang di bawah ini.